Omah Telur Asin adalah usaha kuliner rumahan yang berdedikasi menghadirkan cita rasa telur asin bebek yang otentik dan berkualitas premium. Mengusung nama "Omah" yang berarti rumah, kami ingin setiap gigitan produk kami membawa kehangatan dan rasa nyaman seperti masakan ibu di rumah.
Kami percaya bahwa telur asin yang nikmat berawal dari bahan terbaik. Oleh karena itu, kami hanya menggunakan telur bebek segar dari peternak terpercaya dan memprosesnya menggunakan metode tradisional (pemeraman abu gosok/batu bata) yang telah disempurnakan, tanpa jalan pintas dan tanpa pengawet buatan.
VisiMisi
Menjaga Keaslian: Memproduksi telur asin dengan resep tradisional dan bahan-bahan alami tanpa pengawet buatan.
Kualitas Konsisten: Memastikan setiap butir telur yang sampai ke tangan konsumen memiliki standar "masir" dan gurih yang pas.
Pelayanan Hangat: Melayani setiap pelanggan layaknya keluarga sendiri, dengan respon cepat dan ramah.
Kebersihan Terjamin: Menerapkan standar higienis yang ketat mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga pengemasan
![]() |
SPESIFIKASI PRODUK
1. Karakteristik Fisik (Visual & Tekstur)
Warna Cangkang: Biru kehijauan muda, bersih, bebas dari kotoran/sisa abu, dan tidak retak.
Warna Kuning Telur (Yolk): Oranye pekat hingga kemerahan (Golden Orange).
Tekstur Kuning Telur:
Masir: Bertekstur seperti pasir halus yang lembut.
Berminyak: Mengeluarkan minyak alami (lemak) saat dibelah, tanda kematangan sempurna.
Tekstur Putih Telur: Kenyal, padat, tidak berair/lembek, dan bersih (putih tulang).
Berat per Butir: Rata-rata 55 gram (Ukuran Besar/Jumbo).
2. Profil Rasa (Taste Profile)
Rasa: Gurih dominan, asin yang pas (tidak menyengat/pahit), dan creamy pada bagian kuningnya.
Aroma: Aroma khas telur rebus segar, tidak amis (bau anyir hilang karena proses pengasinan yang tepat).
3. Komposisi (Ingredients)
Telur Bebek Segar (Fresh Duck Eggs).
Garam Krosok Murni (Natural Sea Salt).
Air (Water).
(Tanpa Pengawet Buatan, Tanpa Pewarna Suntik, Tanpa MSG).
4. Masa Simpan (Shelf Life) & Penyimpanan
Karena produk kami alami tanpa pengawet kimia, berikut ketahanannya:
Suhu Ruang (25°C - 30°C): Tahan 5 - 7 Hari (dihitung sejak matang).
Syarat: Sirkulasi udara lancar, tidak lembap, tidak terkena matahari langsung.
Lemari Pendingin (Kulkas/Chiller): Tahan 14 - 21 Hari.
Saran: Simpan dalam wadah tertutup agar tidak menyerap bau makanan lain.
5. Varian Produk (Opsional - Jika Ada)
Original Rebus: Metode masak rebus tradisional.
Asap/Smoked: Dimasak dengan pengasapan (sabut kelapa/kayu) menghasilkan aroma smokey dan tekstur lebih kesat.
Panggang/Oven: Dimasak dengan oven, kadar air lebih rendah, rasa lebih gurih.
6. Standar Pengemasan (Packaging Standard)
Pelindung: Setiap butir telur dilindungi sekat (tray) kertas atau bubble wrap tebal untuk pengiriman ekspedisi.
Kemasan Luar:
Ekonomis: Box Karton (Isi 6 / 10).
Premium: Besek Bambu Tradisional (Isi 10 / 20).
1. Keunggulan Utama (Kualitas Rasa & Tekstur)
Produk dari Omah Telur Asin umumnya dikenal memiliki standar kualitas tinggi khas telur asin Brebes yang dicari banyak orang:
Tekstur "Masir" (Berpasir): Kuning telurnya tidak lembek atau cair, melainkan memiliki tekstur berbulir (pasir) yang lembut ketika dimakan. Ini adalah tanda telur asin berkualitas super.
Berminyak (Oily): Bagian kuning telurnya mengeluarkan minyak alami berwarna kemerahan/oranye pekat. Minyak ini menandakan proses pengasinan yang matang sempurna dan memberikan rasa gurih (umami) yang kaya.
Tidak Amis: Meskipun berasal dari telur bebek, proses pengolahan yang tepat (biasanya menggunakan abu gosok atau batu bata dengan rempah) menghilangkan bau amis yang mengganggu.
2. Keunikan (Varian & Proses)
Yang membuat Omah Telur Asin berbeda dari telur asin biasa di pasaran adalah variasi olahannya:
Varian Telur Asin Bakar/Panggang: Ini adalah produk andalan yang unik. Setelah diasinkan dan direbus, telur diproses lagi dengan cara dibakar atau dipanggang.
Aroma: Memiliki aroma smokey (asap) yang khas dan menggugah selera.
Tekstur: Putih telurnya cenderung lebih kenyal (tidak berair) dan kuningnya lebih padat.
Awet: Karena kadar airnya berkurang akibat proses pembakaran, varian ini biasanya lebih tahan lama di suhu ruang dibanding telur asin rebus biasa.
Pemetaan target konsumen potensial untuk Omah Telur Asin:
1. Ibu Rumah Tangga & Wanita Karier (Target Utama)
Kelompok ini adalah pengambil keputusan utama dalam hal menu makanan di rumah.
Karakteristik: Usia 25–50 tahun, sibuk, mengutamakan kepraktisan namun tetap peduli gizi keluarga.
Alasan Membeli: Telur asin adalah lauk "penyelamat" yang praktis (siap saji) saat tidak sempat memasak. Mereka mencari produk yang kualitasnya terjamin (tidak busuk/bau) agar aman dikonsumsi anak-anak dan suami.
2. Pecinta Kuliner Tradisional (Foodies)
Kelompok yang sengaja mencari kenikmatan rasa dan sangat kritis terhadap tekstur makanan.
Karakteristik: Aktif di media sosial, suka mencoba rekomendasi makanan enak, paham bedanya telur asin biasa dengan yang "Masir" dan "Berminyak".
Alasan Membeli: Mereka membeli untuk kepuasan rasa. Mereka adalah target utama untuk varian Telur Asin Bakar atau Asap karena mencari pengalaman rasa yang berbeda dari biasanya.

